Outing Class
Siswa sedang foto bersama saat kegiatan
BANDA ACEH – Dalam upaya menghadirkan metode pembelajaran yang kontekstual dan rekreatif di luar ruang kelas, SMP Islam YPUI Banda Aceh sukses menyelenggarakan kegiatan Outing Class bagi seluruh siswa kelas 1 SMP pada Kamis (7/5/2026). Kegiatan akademis lapangan ini dirancang khusus untuk memperluas wawasan kebudayaan sekaligus menanamkan pemahaman mitigasi bencana sejak dini dengan mengunjungi tiga destinasi bersejarah di Kota Banda Aceh, yaitu Museum Aceh, Museum Tsunami, dan Situs Edukasi PLTD Apung.
Perjalanan edukatif dimulai dengan kunjungan ke Museum Aceh. Di lokasi pertama ini, para siswa diajak untuk mempelajari akar sejarah kebudayaan daerah secara langsung dengan mengamati berbagai artefak purbakala dan melihat struktur ikonik Rumoh Aceh. Dipandu oleh edukator museum, para siswa aktif mencatat informasi penting mengenai jejak peradaban Islam dan adat istiadat leluhur yang selama ini hanya mereka pelajari secara teoritis melalui buku teks pelajaran di kelas.
Destinasi kedua dilanjutkan menuju Museum Tsunami Aceh, sebuah ruang edukasi kebencanaan yang sangat monumental. Melalui kunjungan ini, suasana belajar dikemas secara mendalam saat para siswa menyusuri lorong-lorong refleksi peristiwa gempa dan tsunami 2004. Fokus utama di museum ini adalah membekali para siswa dengan pengetahuan esensial terkait mitigasi bencana, pemutaran video dokumenter, serta penanaman kesiapsiagaan diri dalam menghadapi potensi bencana alam di masa yang akan datang.
Petualangan ilmiah siswa kelas 1 ini diakhiri di kawasan Punge Blang Cut untuk mengobservasi langsung Situs Edukasi PLTD Apung. Kapal pembangkit listrik seberat 2.600 ton yang terdampar di tengah pemukiman warga tersebut menjadi bukti visual yang kuat akan kedahsyatan kekuatan alam, sekaligus media pembelajaran penting mengenai bagaimana Kota Banda Aceh berhasil bangkit dan melakukan rekonstruksi pasca-bencana.
"Kegiatan outing class ini bukan sekadar kunjungan wisata biasa, melainkan metode pembelajaran berbasis observasi lapangan. Kami ingin para siswa kelas 1 mendapatkan pengalaman langsung (hands-on learning) agar materi pelajaran sejarah dan sains menjadi lebih hidup, menarik, dan mudah dipahami," ujar perwakilan pihak panitia pelaksana dari SMP Islam YPUI Banda Aceh saat memberikan keterangan resmi.
Melalui program kunjungan luar kelas yang terstruktur ini, pihak manajemen sekolah berharap para siswa tidak hanya memperoleh penyegaran akademis (refreshing), melainkan mampu pulang membawa esensi nilai-nilai karakter, kepedulian sosial, serta rasa syukur yang mendalam atas sejarah dan proses kebangkitan daerah mereka.